The Green Capitalist

Sustainable business and Climate Change Advisory news web site

Energi Terbarukan Ada di sini

leave a comment »

Berita – 28 Maret, 201

Pada tanggal 23 Maret 2011 Greenpeace mengadakan Diskusi tentang Bagaimana Menghilangkan Hambatan Investasi Energi Terbarukan di Indonesia. Diskusi yang dihadiri oleh pemerintah – baik nasional maupun daerah, anggota DPR, organisasi-organisasi masyarakat serta pemain kunci di sektor energi ini membahas bagaimana Indonesia bisa mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan mencukupi kebutuhan listrik warga negaranya secara adil dan merata.

Saat ini hanya sekitar 65 % masyarakat Indonesia yang mendapat layanan listrik dari jaringan listrik PLN.Sementara 35% lainnya, atau setara dengan sekitar 80-an juta jiwa warga Indonesia belum merasakan listrik.Dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan dan sebagain besar masyarakat tinggal di wilayah-wilayah yang terpencil dan tersebar, tipe penyediaan lsitrik yang tersentralisasi sangat tidak cocok untuk Indonesia.

Saat ini Indonesia masih bertumpu pada penggunaan bahan bakar fosil (sebagian besar minyak dan batubara) yang akan habis dan tidak lestari. Belum lagi polusi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil ini menyebabkan gangguan kesehatan dan mendorong percepatan pemanasan global.

Pemerintah sering sekali menggembar-gemborkan terjadinya krisis energi di Indonesia. Ini adalah suatu hal yang ironis karena Indonesia memiliki sumber-sumber energi yang berlimpah yang sayangnya tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah. Sayangnya, untuk menjawab tantangan “krisis” energi saat ini pemerintah malah menumpukan pada peningkatan konsumsi batubara dan rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Padahal saat ini dunia masih diselimuti kekhwatiran atas tragedi PLTN Fukushima, Jepang yang dianggap sebagai kecelakaan nuklir terburuk setelah Chernobyl. Dan sampai minggu kedua setelah kecelakaan itu pemerintahdan masyarakatJepang masih berupaya untuk mengurangi kerusakaan dan melakukan pemulihan.Doa serta dukungan Greenpeace selalu berada bersama para korban bencana gempa, tsunami dan tragedi nuklir Jepang tersebut.

[R]evolusi Energi

Greenpeace mendorong terwujudnya [R]evolusi Energi yang membasiskan pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi efisiensi energi untuk mencukupi kebutuhan energi dunia sampai dengan 2050.

Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber yang tidak akan habis atau akan selalu ada, seperti tenaga matahari, angin, gelombang laut, dan air. Dari seluruh energi terbarukan tersebut, Indonesia memiliki semuanya.

Rinaldy Dalimi, anggota Dewan Energi Nasional, dalam presentasinya memaparkan keoptimisannya bahwa dengan perencanaan yang baik, 75 % kebutuhan energi Indonesia bisa dipenuhi dari energi terbarukan pada 2050.Indonesia yang merupakan negara kepulauan membutuhkan pembangkit listrik yang terdesentralisasi yang mampu menjangkau tiap pelosok dan daerah terpencil, bukan pembangkit listrik berskala besar yang diletakan di pulau Jawa atau Sumatera yang memerlukan ribuan kilometer kabel untuk mendistribusikannya. Sangat mahal dan tidak efisien.

Tri Mumpuni, salah satu pionir pengembangan pembangkit mikrohidro telah membuktikan hal tersebut. Beliau telah mengalirkan listrik di banyak daerah terpencil dengan mengandalkan sumber daya alam lokal dan kekuatan masyarakat yang ada disana.  Terbukti, kemajuan masyarakat dan ekonomi bisa tercapai dengan mengembangkan pembangkit energi terbarukan yang dikelola bersama.

Tak seorang pun meragukan kekayaan alam dari Indonesia, termasuk untuk energi terbarukan. Bahkan mantan Wakil Presiden AS Al Gore dalam kunjungannya ke Indonesia menyebutkan bahwa potensi panas bumi Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Jadi dimanakah tembok besar penghalang itu?

Luluk Sumiarso, Direkur Jendral Energi Baru  Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan ada tiga hal yang menjadi hambatan utamanya. Pertama, masih  besarnya ketergantungan negara ini pada sumber daya fosil. Kedua, kebijakan harga jual energi, dan ketiga ,tidak sinergisnya tiap departemen pemerintah.

Untuk masalah pertama, pemerintah harus menyadari bahwa mereka tidak bisa selamanya mengandalkan pada energi fosil, sementara negara lain saat ini sedang giat mengembangkan energi terbarukan dengan massif. Malaysia, Thailand, dan Singapura, adalah contoh terdekat. Investasi pada riset dan pengembangan energy terbarukan adalah hal mutlak yang harus dilakukan pemerintah, jika pemerintah bisa memberikan miliaran rupiah pada BATAN untuk riset PLTN, mereka juga harus bisa memberikan dana untuk riset potensi energi terbarukan di Indonesia yang bisa dilakukan oleh BPPT.

Untuk masalah kedua, pemerintah harus menetapkan peraturan mengenai harga jual listrik dari energi terbarukan untuk dibeli PLN, dan harus menjamin akan tersambung dengan jaringan listrik utama secara nasional. Dengan cara ini, investasi akan mengalir, ribuan lapangan kerja terbuka, dan masyarakat mendapatkan listrik yang murah dan bersih.  Mudah kan?.

Dan masalah terakhir, kebijakan yang saling bertentangan harus dibenahi atau kalau tidak membuat departemen atau institusi sendiri yang mengurusi segala masalah energi terbarukan terkait izin dan lainnya, agar lebih sinergis dan bisa berkembang dengan baik tanpa harus melalui birokrasi yang panjang dan rumit.  Mewujudkan itu semua bisa dimulai dengan mengubah cara pandang para politisi, pemerintah, para pemangku kepentingan supaya menyadari bahwa energi terbarukan itu adalah penting.

Karena energi terbarukan adalah energi masa depan!

Written by David Darmawan

March 28, 2011 at 7:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: