The Green Capitalist

Sustainable business and Climate Change Advisory news web site

Socentix Sebagai Model Startup Di Indonesia 2013.

leave a comment »

image.phpBelakangan ini perusahaan rintisan atau yang lebih trendi dikenal dengan startup tumbuh bak jamur di musim hujan. Berbagai macam komunitas yang concern dengan bidang itu juga ikut tumbuh di mana-mana. Begitu juga di kampus-kampus dan kantor-kantor lintas sektor, startup menjadi ‘buah bibir’ yang tiada henti dibahas. Sambut bergayung, pemerintah pun juga melirik startup karena dinilai mampu menciptakan peluang kerja. Namun tak banyak yang tahu secara mendalam apa dan mengapa pentingnya startup itu.

Ada banyak orang yang memiliki pandangan berbeda-beda dalam memaknai startup. Walaupun demikian, startup dapat diartikan sebagai semua perusahaan yang masih baru berjalan. Adalah perusahaan-perusahaan yang kebanyakan masih belum lama didirikan dan masih terbenam dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan ceruk pasar, permodalan, dan strategi pengembangan yang tepat. Startup semakin tersohor seiring dengan populernya dot-com. Sekelompok pebisnis terkemuka juga mengaitkan startup sebagai perusahaan patungan yang dirancang untuk tumbuh menjadi besar.

Salah satu startup asli Indonesia yang tengah berkembang adalah Socentix. Menurut sang pendiri David Darmawan, Socentix bukan hanya sebuah gagasan maupun produk yang berinteraksi dengan para user. Lebih dari itu, Socentix adalah semua tentang kita, kemanusiaan dan semangat “memanusiakan manusia” atau kata orang Jawa ‘ngewongke’. Semangat untuk melakukan kebajikan, hal yang baik-baik untuk kemaslahatan orang banyak. Oleh karenanya startup telah menjadi ‘pacar anak manusia se-dunia’ merujuk suksesnya Facebook, Twitter, Instagram dan seterusnya.

Menurut sosok yang pernah menginjakkan kakinya di beberapa perguruan tinggi di Eropa seperti Ecole Pratique de Haute Etude Commerciale dan Universite Libre de Bruxelles, startup tidak hanya sebuah permulaan. Namun adalah sebuah pengembangan dari apa yang sedang dan telah dilakukan dari Darmawan Green Fund yg saat ini masuk ke dalam grup Daerah Terbarukan Fund sebagai satu wadah investasi global untuk Indonesia yang terdaftar di Amerika serikat. Dengan menggunakan SRI-Kehati Index yang telah diluncurkan di Jakarta pada 8 Juni 2009 silam oleh Yayasan KEHATI, menjadi model investasi dan basis menancamkan portofolio dalam investasi pasar modal. Tak mengherankan jika Bursa Efek Indonesia mendukung indeks tersebut dan menjadikannya sebagai yang pertama di Asia Tenggara dalam melacak kinerja jawara-jawara perusahaan Indonesia dalam kaca mata bisnis yang berkelanjutan secara sosial dan lingkungan. Indeks juga menyediakan informasi bagi perusahaan dan investor tentang kinerja perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dalam tiga pilar: lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik (ESG). Adapun tolok ukur dan referensinya merupakan hasil kajian yang dipimpin oleh OWW Consulting.

Investasi Bertanggungjawab Sosial memang menjadi salah satu model investasi yang semakin penting. Investasi model ini berfokus pada kinerja perusahaan berbasis ESG termasuk: kinerja keuangan, integrasi praktek-praktek terbaik ESG ke dalam seleksi perusahaan untuk portofolio investasi yang menjadi pertimbangan oleh banyak investor guna mengurangi resiko kinerja investasinya.

Beruntung, para investor dalam negeri dan asing yang fokus pada SRI dewasa ini telah memiliki tool untuk memilih perusahaan-perusahaan yang sejalan dengan kebijakan mereka sendiri. Socentix berkomitmen untuk menjadikan para Fund Manager lebih cerdas dengan melengkapi Business Intelligence berbasis internet untuk profiling, monitoring & reporting sebagai portofolio aset mereka berbasis indeks. Socentix menambahkan Extranet yang memungkinkan profit mereka mendukung Program Kewirausahaan Sosial apapun. Dari Investasi Bertanggungjawab Sosial-ke-Investasi Berhubungan Program melalui kerjasama dengan semua pemangku kepentingan dalam Kapitalisme Pasar Bertanggungjawab.

Tentu saja gelombang kewirausahaan yang tengah ‘naik daun’ membawa pengaruh ke semua sektor. Menyadari hal tersebut, Socentix berupaya untuk lebih peka dalam melihat masalah-masalah besar yang perlu diperbaiki sekaligus mengetahui tipisnya keyakinan akan kemampuan lembaga yang berwajib dalam mengatasinya. Oleh karena itu, Socentix bersama dengan para aktor Kewirausahaan Sosial membentuk wadah baru, baik yang profit maupun non-profit berbasis transparansi, kecerdasan dan inovasi. Socentix merupakan startup dan merupakan salah satu program Tanggungjawab Sosial Perusahaan Darmawan Green Fund yang tentu saja bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan.

Yang membedakan Socentix dengan yang lainnya adalah fokusnya pada pemecahan masalah sosial dan keinginan kuat untuk menanamkan modal dari keuntunganya untuk melayani masyarakat. Socentix memungkinkan bisnis dengan struktur hukum apapun berjalan untuk kebaikan nan berkelanjutan. Semoga hadirnya Socentix melahirkan startup-startup lain yang memiliki visi serupa, demi Indonesia (dan dunia) yang lebih baik. (di perbaharui dari jawarahijau.wordpress.com ).

saat mendengarkan cerita para young makers 6 mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: